Generic Banner

Kamis, 08 September 2016

AUDIO MUSIK DARI MASA KE MASA




     Perkembangan teknologi audio digital atau MP3 telah menghilangkan karir seniman dan musisi di seluruh dunia. Para seniman otomatis berhenti berkarya karena mereka sudah tidak mendapatkan lagi penghasilan dari penjualan kaset yang bisa sampai berjuta-juta copy. Suka atau tidak suka mereka terpaksa hanya berharap dari konser-konser yang belum tentu ada dalam setahun.

      Fenomena audio musik digital tidak lagi menciptakan musisi dan seniman yang pernah ada di era 80 an dan 90 an , baik nasional maupun internasional. Yang ada hanya artis-artis asal bisa tampil di you tube dan TV ,lalu lenyap lagi. Idealisme musisi dan seniman yang tenar di masa lalu, kini sudah tidak ada lagi.Karya-karya lagu mereka yang terkadang menyuarakan suara rakyat,suara kemanusiaan,suara kehidupan sosial,suara kedamaian , suara alam,suara anti perang,suara anti diskriminasi  dan suara anti tirani , sekarang ini sudah sunyi senyap.Yang muncul hanyalah seniman-seniman yang asal jadi  dan hanya menyuarakan tentang kesenangan dirinya sendiri dan keluh kesahnya  yang lagunya bisa dinyanyikan oleh anak-anak TK dan anak-anak SD .




      Studio-studio rekaman di seluruh dunia sudah banyak yang gulung tikar, toko-toko penjualan kaset dan CD seperti DISCTARRA,DUTA SUARA dan lain-lainnya  menjadi sejarah digantikan pedagang-pedagang kaki lima penjual  CD MP3 ,yang ternyata lagu-lagunya pun masih lagu-lagu masa lalu yang dirasa masih terus hidup dibandingkan lagu tahun 2010 an yang isi lagu nya tanpa makna. Sekarang kita sudah tidak lagi menunggu-nunggu album terbaru dari Grup Band si ini dan si itu, penyanyi si ini dan si itu,artis si ini dan si itu,karena  setiap saat  kita selalu melihat penyanyi-penyanyi  badut yang usianya hanya sebulan  dan tidak pernah konser.
 

       Pergerakan jaman dan teknologi yang selalu berubah tidak akan pernah lagi kembali ke era 80 an dan 90 an di mana para musisi dan seniman di hargai dengan hasil karyanya yang bisa mempengaruhi  kebijakan politik negara bahkan kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB).  Di jaman ini kita telah terhibur oleh benda sakti yang ada dalam genggaman kita, baik dan buruknya  si MATA SATU ini  turut berperan dalam memotong re generasi musisi dan seniman idealis yang menyuarakan keadaan sosial,politik dan lingkungan alam dunia. Semoga karya-karya lagu di masa lalu tetap hidup sepanjang masa dan terus dinyanyikan oleh generasi berikutnya tanpa menghilangkan makna dan filsafat syairnya, karena lagu-lagu yang bertema hikmah selalu sesuai dengan keadaan kehidupan manusia dimana pun dan kapan pun.






      Dalam era digital yang di mulai sekitar 2012 keatas, memperparah penjualan CD Audio dan CD MP3. Melalui aplikasi android di ponsel semua orang bisa mendownload sendiri atau mendengarkan musik favorit melalui internet, dengan modal pembelian paket internet semua bisa di nikmati melalui You Tube dan aplikasi musik lainnya secara nonstop tanpa media player, sebagaimana masa sebelumnya yang menggunakan tape ,walkman dan MP3 Player. Pendengar musik di era ini lebih banyak menggunakan Ponsel yang dimilikinya, karena apa pun bisa di lakukan dengan satu genggaman dan satu ketukan.
 
     Karena efek era digital dan kemudahan jaringan internet,pedagang-pedagang yang menjual CD MP3 bajakan pun sudah mulai berguguran. Mereka sudah tidak nampak lagi di Mal-Mal dan Plaza-Plaza, meski ada sebagian yang bertahan di pasar-pasar tradisional, satu lagi bisnis perdagangan usaha kecil menengah yang gulung tikar. Sebagaimana sebelumnya studio-studio rekaman besar dan toko-toko penjualan kaset dan CD menutup bisnisnya karena peredaran CD Bajakan, maka di era internet para penjual CD bajakan pun akhirnya tumbang.



     Dengan keadaan jaman yang berubah serta perubahan media elektronik dan komunikasi, para musisi dunia mesti mengikuti keadaan.  Lagu-lagu yang semula di rekam di studio rekaman terkenal, kini bisa merekamnya sendiri dan menjualnya sendiri tanpa campur tangan produser rekaman melalui media sosial dan internet, namun hasil yang didapat tidaklah sama dengan era CD Audio atau Kaset Tape. Yang mana keberhasilan musisi di tentukan oleh seberapa banyak penjualan kasetnya,  namun sekarang dihitung dengan seberapa banyak follower,pendengar dan like nya di You Tube. Maka di era internet muncullah para artis dan band yang terkenal melalui media You Tube,  juga para pemain musik solo yang hanya menggunakan satu aplikasi komputer bisa mengaransemen musik dengan berbagai macam suara alat musik tanpa campur tangan orang lain, hanya menggunakan aplikasi seperti Fruity Loop jadilah musik.

        Jaman terus bergerak dan berubah, entah model audio yang bagaimana lagikah yang akan muncul pada 30-50 tahun  yang akan datang. Sungguh tidaklah terbayangkan di era yang masih menggunakan piringan hitam dalam waktu 20 tahun berubah menjadi kaset tape, lalu berubah lagi dalam 20 tahun berikutnya menjadi CD Audio, dan 10 tahun berikutnya berubah lagi menjadi Audio Online dan Video You Tube.   Media pemutar musik pun mengalami model perubahan, dari pemutar piringan hitam ke tape recorder, lalu berubah ke model Pemutar CD, lalu berubah lagi menjadi MP3 Player, dan berubah lagi ke Music Online dengan media Telpon Seluler.




          Tulisan ringkas ini merupakan pengamatan tentang perjalanan media audio dan karya seniman musik seluruh dunia dalam mempromosikan hasil karya seni nya di bidang musik yang turut mewarnai kehidupan manusia di jaman yang tiada berhenti berubah. Sekian.